Feeds:
Pos
Komentar

HDL TRAVEL

HDL TRAVEL

Iklan

Disiplin

Hai orang-orang yang beriman,tepatilah semua janjimu (QS.5:1)

Islam sangat menghargai waktu. Dalam al-Quran ada surat yang diberi nama dengan surat al-ashri, (surat waktu) untuk mengingatkan pentingnya waktu. Demikian juga kita temui beberapa sumpah Allah dengan waktu tertentu, seperti wadhdhuha,demi waktu dhuha. Wallaili,demi waktu malam, walfajri,demi waktu fajar, wal-ashri,demi masa atau demi waktu ashar.

Untuk mendidik umat Islam agar senantiasa berdisiplin dalam penggunaan waktu, maka pada umumnya ibadah dalam Islam melatih kita untuk senantiasa berdisiplin. Ibadah shalat umpamanya hendaklah dikerjakan dalam waktunya, tidak boleh didahulukan atau diundurkan sedikitpun, bahkan jika dilalaikan mengerjakannya diancam dengan neraka weil (lihat surat al-Ma’un). Ibadah jum’at sungguh merupakan disiplin yang luar biasa, apapun yang terjadi, walaupun perang dunia atau perang jihadpun shalat jum’at tetap dilakukan pada hari jum’at, tidak pernah diundurkan atau dimajukan dengan alasan apapun.Bahkan bila waktu jum’at (zuhur) sudah masuk, walaupn ada pejabat tinggi atau rajapun yang belum hadir, maka khatib lansung naik mimbar untuk memulai ibadah jum’at .Demikian juga ibadah puasa, bila waktu imsak atau waktu fajar sudah masuk, maka tidak boleh makan dan minum walau setetes, bila dilanggar maka puasanya otomatis batal.Demikian juga bila ada yang membukai puasanya setengah menit atau kurang menjelang maghrib, maka puasanya akan batal, dan bila masuk waktu berbuka sunnah untuk segera berbuka. Ibadat zakat, adalah disiplin yang hebat. Mereka yang dkenai wajib zakat diperintahkan mengeluarkan zakatnya, tanpa ada pemberitahuan dari luar seperti pemberitahuan azan untuk shalat, atau pemberitahuan waktu imsak dan terbenam matahari untuk buka puasa.. Ibadah haji adalah disiplin yang paling hebat dan luar biasa. Jika tidak hadir wukuf di Arafah pada tanggal sembilan Zulhijah, maka hajinya dinyatakan batal, apapun alasannya, dan kendatipun semua rukun dan wajib hajji yang lainnya sudah dilakanakan semua.

Demikianlah hebatnya Islam mendidik umatnya untuk senantiasa berdisiplin. Namun ironisnya, umat Islam jika dalam ibadah shalat,puasa.zakat dan hajji, mereka mampu untuk berdisiplin, akan tetapi dalam kehidupan sehari hari mereka mudah saja untuk melanggar janji, tidak peduli dengan disiplin. Kenapa hal demikian dapat terjadi???

Jawabnya adalah, karena pemahaman mereka terhadap ibadah masih parsial. Disiplin untuk shalat dan puasa mereka yakini sebagai ibadah,Akan tetapi berdisiplin masuk kantor, atau berdisiplin waktu rapat dan menepati janji dengan kawan tidak mereka anggap sebagai ibadah.Padahal surat Al-Maidah ayat pertama mengingatkan: Tepatilah semua janjimu! Baik janji dengan Allah, maupun dengan manusia. Tepat janji bahagian dari iman, dan mungkir janji pertanda kemunafiqan.(HSI.IIBS.220507.

Oleh : Ustad Dr.H. Suhairy Ilyas, MA

Ibadah Kepada Allah SWT

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.QS.51:56)

Allah swt. sebagai Khaliq pencipta manusia telah menetapkan bahwa tujuan hidup manusia kedunia ini adalah untuk beribadat. Ibadat dapat dibagi kepada dua:.

Pertama ibadat mahdhah atau ibadat ritual atau formal, atau ibadat dalam arti terbatas adalah ibadat yang telah diatur oleh Allah swt. dan Rasul saw. tatacara pelaksanaanya, waktunya dan lain lain. Perinsip ibadah mahdhah: Semua tidak boleh dilakukan, kacuali yang ada perintahnya,(dari Allah & Rasul) atau contohnya dari Rasululah saw.Karena itu ibadah mahdhah tidak boleh ditambah, dikurangi atau dimodifikasi sedikitpun.

Kedua, ibadah muamalah,yaitu ibadat dalam arti luas, adalah semua perkataan dan perbuatan yang diredhai Allah swt. dengan niat untuk mengharap redha-Nya., dan dikerjkakan dengan cara yang diredhai-Nya..Makan dan minum adalah ibadah, kalau yang dimakan dan diminum itu adalah sesuatu yang halal (diredhai Allah), dan didapatkan dengan cara yang diredhai Allah (bukan uang riba atau hasil curian atau korupsi).

Berdagang adalah ibadah, kalau yang kita perdagangkan itu adalah suatu yang halal, tidak haram dan tidak najis, dan dilaksanakan dengan tatacara yang sesuai dengan ketentuan hukum Allah, tidak riba, tidak menipu, tidak spekulasi dan lain lain.

Bekerja dikantor pemerintah,swasta, perusahaan, perkebunan dan lain-lain adalah ibadah, jika dalam pekerjaan tersebut tidak dicampuri dengan hal-hal yang dilarang Allah swt. dan Rasul saw..Perinsip dalam ibadah mu’amalah adalah: Semua boleh dikerjakan asal tidak ada larangan dari syari’ah.

Dengan demikian seorang mukmin dituntut untuk mengisi kehidupan mereka sepenuhnya dengan aktifitas yang mempunyai nilai ibadah agar mendapatkan redha Allah swt.,bahagia lahir dan batin, dunia dan akhirat.Karena itulah setiap shalat seorang mukmin senantiasa berikrar:

Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.(QS.6:162)

Moto hidup seorang mukmin adalah:”Hidup adalah ibadah,tiada waktu tanpa ibadah. HSI.IIBS.150507..

Oleh : Ustad Dr.H.Suhairy Ilyas, MA

Bismillah,

Selalu menyenangkan memiliki media baru untuk berexpresi. Dengan harapan agar bisa menjadi panduan untuk meneliti hari-hari serta menyertai langkah-langkah menyonsong indahnya kalau bisa menjadi Hamba Allah yang beriman.

Silahkan tinggalkan komentar, apapun itu, demi kenyamanan dan kegembiraan yang bisa kau temui disini.

Wassalam,

Dr. H.Suhairy Ilyas